Sajak Mahasiswa Baru
Oleh : Suciati Agustin
Sajakku dimulai sejak tadi
Waktu yang tidak bisa didatangi
Aku menulis di atas harapan
Yang semakin lemah karena disakiti
ketidakmungkinan
Tidak, ini terlalu cepat
Kata maha dan siswa baru saja
bertemu
Penaku terbuat dari do’a-do’a
Tintanya pekat
Tapi kadang terbuang sia-sia
Kerap kali aku menulis kata yang
salah
Tapi ingatan menjadi penghapus yang
ampuh
Karenanya, ide-ide baru bisa
mengambil tempat
Sesekali aku berhenti menulis
Sajakku terlalu sederhana untuk
mengkritik buku politik
Kalimat-kalimatnya terlalu datar
Rakyat bisa kalah
Aku berhenti lagi
Kali ini terlalu jauh
Almamaterku berbisik : ini terlalu
pagi, aku masih beraroma konveksi
Ku pikir ia benar
Sajak aku akhiri dengan titik
Rakyat kelaparan
Aku terlambat
Comments
Post a Comment